Hit Counter

e-mail : eightclubsains@gmail.com

Sabtu, 29 Januari 2011

Praktikum Momen Gaya

A.Tujuan
    Mencari nilai Momen Gaya (Torsi (τ))


B. Alat dan Bahan
Alat:                                                             Bahan :
Katrol                                                            Kertas milimeter block ukuran A3
Tali
Neraca
Penggaris

C.Teori
Panjang tali yang telah diukur dalam cm dapat digunakan untuk menemukan gaya tegang tali (T) dalam Newton dengan skala1 cm = 0.1 N.
Momen Gaya (Torsi (τ)) adalah kemampuan gaya F memutar/merotasi benda terhadap poros diam.
Rumus:
τ = F x R

D. Data
Gambar



E. Analisis Data

    Berdasarkan Gambar 2
No
Σ Fx
Σ  Fy
1
Tx1 =   0.35 N
Ty1 =   0.37 N
2
Tx2 = - 0.35 N
Ty2 =   0.37 N
3

Wo = - 0.2 N
4

W3 = - 0.6 N
          Σ Fx = 0 N              Σ Fy= - 0.06 N
Jika A dianggap poros diam
No
F
R
τ
1
Ty1 = 0.37 N
29 cm
 10.73 Ncm
2
Tx1 = 0.35 N
11.2 cm
   3.92 Ncm
3
Ty2 = 0.37 N
0
0
4
Tx2 = - 0.35 N
0
0
5
Wo = - 0.2 N
14.4 cm
  - 2.88 Ncm
6
W3 = - 0.6 N
19.4 cm
- 11.64 Ncm
                                                                  Σ τ = 0.13 Ncm
 F. Kesimpulan


Momen Gaya (Torsi (τ)) dapat ditemukan dengan mencari Gaya (F) dan jarak titik A (poros diam) terhadap F (R) sebelumnya pada gambar. F dapat ditemukan bila diketahui panjang tali dalam cm lalu diubah ke Newton untuk menemukan gaya tegang tali (T). Selanjutnya, τ dapat dicari dalam satuan Ncm dengan rumus τ = F x R.
Hasil Σ τ dan Σ F tidak dapat tepat 0 karena dipengaruhi beberapa faktor kesalahan, seperti kesalahan ukur dengan penggaris dan sudah mulai mengukur saat benda belum berada dalam  posisi setimbang (diam).

Minggu, 23 Januari 2011

Lampu Lalu Lintas ( Karya Tulis Ilmiah )


Maksud dari kesetimbangan adalah keadaan sistem yang pengaruh gaya dan torsi nol. Sedangkan arti dari benda tegar sendiri ialah ukuran dan bentuk benda tidak berubah karena pengaruh gaya dan torsi.
Seperti permasalahan yang akan kami bahas tentang lampu lalu lintas ini, ia termasuk dalam benda tegar karena pengaruh gaya dan torsi sama dengan nol. Hal itu dapat di buktikan dari gambar berikut ini. Yakni gaya berat dari W1 dan W0 disamakan oleh gaya dari fs dan gaya T ( tegang tali ). Gaya W1 dan W yang arahnya ke bawah searah jarum jam ( CW ) disamakan oleh gaya fs dan gaya T yang arahnya keatas berlawanan jarum jam ( CCW ).

Pada gambar tersebut di jelaskan bahwa sebuah lampu lalu lintas bermassa 20 Kg di tahan oleh sebuah balok yang bermassa 15 Kg dan balok tersebut mempunyai engsel. Masalah yang di hadapi sekarang yakni mencari gaya tegang tali. Dan cara penyelesaianya sebagai berikut.
∑ Tau = 0
Anggap “A” sebagai poros diam.
Gaya fs mengarah mengarah keatas karena untuk mengimbangi gaya berat dari W1  dan W0. Gaya fs juga di bantu oleh gaya T. Oleh karena gaya – gaya yang bekerja pada titik A adalah gaya fs , Na, Tx yang mempunyai torsi nol.
Tau W0 + Tau  W1 – Tau T = 0
: l
 
W0 . 1/2 l  +  W1 . l  = T . l . Sin 45 0

150 . ½ + 200 = T . 1/2 √2
                    T = 389 N
Dengan demikian, dapat menemukan nilai dari gaya T.









Referensi gambar:
  1. Gambar lampu lalu lintas : http://www.gurumuda.com/masalah-benda-tegar#more-5384
  2. Gambar arah - arah gaya : olahan sendiri
  3. Gambar vektor : olahan sendiri
Tambahan :
Ini adalah foto - foto sesungguhnya tentang lampu lalu lintas dengan model yang sperti kami bahas.
Jalan Sudirman kawasan Simpang Empat Kota Tebing Tinggi
 Referensi gambar:
http://harianmandiri.wordpress.com/2008/10/09/traffic-light-di-jalan-sudirman-tebing-tinggi-berkualitas-rendah/

Selasa, 11 Januari 2011

eight club

1. Maria Veronica Putri ------> XI-IPA3 - 15
2. Wahyudi Setiawan ----------> XI-IPA3 - 08
3. Vania Lionel --------------> XI-IPA3 - 27
4. Bernadet Debby G ----------> XI-IPA3 - 17

e-mail : eightclubsains@gmail.com